Friday, 8 November 2013

Prinsip Dasar Kepalang-Merahan


Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama"7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).

KEMANUSIAAN
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antar sesama manusia.

KESAMAAN
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik. tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.

KENETRALAN
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.


KEMANDIRIAN
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah dibidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang berlaku dinegara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.

KESUKARELAAN
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

KESATUAN
Didalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu lembaga yang digunakan Palang merah Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah negara bersangkutan.

KESEMESTAAN
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap perhimpunan Nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

Thursday, 7 November 2013

Pidato



Beberapa waktu lalu, kelas saya disuruh guru Bahasa Indonesia untuk membuat Pidato. Iseng aja mau dipost pidatonya. Tapi ini bukan untuk dijadikan sebuah fanwar loh...

Judul :
Plagiat atau Plagiarisme

          Sebagian dari kita mungkin mengetahui apa itu Plagiat atau Plagiarisme. Dalam istilah teknologi kita pasti mengetahui tentan CoPas atau Copy dan Paste. Begitu pula di era globalisasi saat ini, Plagiat atau Plagiarisme mulai berkembang dikalangan masyarakat dengan tujuan untuk mencari ketenaran. Plagiat atau Plagiarisme yaitu, dimana seseorang meniru karya orang lain dan diakui sebagai karyanya sendiri. Contoh karya yang ditiru seperti sebuah lagu ataupun koreografi dari seseorang.
          Sebenarnya orang yang melakukan tindakan Plagiat atau Plagiarisme bisa saja dianggap melanggar hukum. Karena, meniru karya orang lain dan diakui sebagai sebagai karyanya sendiri, sama saja dengan mencuri karya orang lain. Mungkin saat kita berpikir untuk meniru karya orang yang terkenal, kita juga akan mendapatkan sebuah hasil yang baik. Namun, kita juga harus ingat, ketika kita meniru karya orang lain, kita akan di cap sebagai orang yang tidak kreatif dan tidak mudah untuk berkembang. Bahkan fens dari orang yang kita tiru mungkin akan membenci kita. Itu adalah beberapa fakta yang ada saat ini.
          Beberapa orang yang melakukan Plagiat atau Plagiarisme dan tidak mengakuinya, ketika ditanyai, mereka hanya berkata bahwa mereka terinspirasi oleh orang yang mereka tiru. Ya, terinspirasi akan perjuangan dan ketenaran dari seseorang memang baik, namun bila terinspirasi untuk mengikuti karyanya itulah yang tidak baik.
Begitulah orang zaman sekarang ini, mencari ketenaran dengan cara yang instan, tanpa memikirkan perjuangan orang yang mereka tiru.
Ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengikuti koreografi ataupun lagu dari seseorang. Yaitu dengan meng-cover koreografi atau lagunya, lalu di upload ke media sosial seperti Facebook dan Youtube, tanpa mengakui bahwa itu adalah karya nyata kita, sekalipun memang kita yang melakukannya. Memang kita tidak akan setenar mereka yang melakukan Plagiat atau Plagiarisme, setidaknya kita memiliki cara yang lebih baik untuk mengembangkan kreatifitas kita.
          Memang saat ini kita hanya meng-cover koreografi ataupun lagu dari seorang artis, namun entah kapan waktunya mungkin kita memiliki inisiatif untuk membuat karya kita sendiri, dan diakui oleh masyarakat.
          Dan akhir kata “Menjadi Yang Terbaik Bukan Berarti Mengikuti Karya Orang Lain”


Sekilas post pidato(singkat), mungkin sedikit gaje namun saya harap bisa bermanfaat.