Friday, 8 November 2013

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar




Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak terjadi peristiwa kebakaran maupun peristiwa terkena sesuatu yang panas seperti air panas maupun benda lainnya..
Saat terkena panas, segera lakukan pertolongan pertama pada korban luka bakar dengan cara menyiram luka bakar dengan air..
Siramlah luka yang ada dengan air mengalir selama 10-15 menit..
Air yang digunakan untuk luka bakar adalah air bening dengan suhu yang biasa, tidak dingin, tidak pula panas..
Yang terbaik adalah air steril, namun karena keterbatasan kondisi di tempat kejadian, air apapun yang tampak bersih bisa digunakan..
Hindari penggunaan bahan-bahan selain air bersih, seperti minyak tanah, bensin, mentega, pasta gigi, minyak goreng, oli dll yang malah hanya akan menambah kemungkinan infeksi pada luka..
Hindari juga memberi kapas dan benda-benda yang bisa menempel lainnya pada luka..
Hindari juga memberi es atau cairan yang sangat dingin pada luka, karena malah akan merusak luka akibat perubahan suhu yang terlalu mendadak..
Sebaiknya segera setelah memberi pertolongan pertama pada luka bakar, bawalah korban luka bakar ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit terdekat..
Pemeriksaan di UGD ini harus dilakukan bila badan yang terkena luka bakar luas, timbul bula / kulit melepuh, kulit yang mengalami luka bakar berwarna putih atau hitam. Semua tanda ini menunjukkan derajat luka bakar yang parah..
Penanganan yang tepat pada luka bakar, bisa menghindarkan korban dari infeksi dan kematian..

Semoga Selalu Sehat,

dr.Bram Irfanda

P3K (Pertolongan pertama pada kecelakaan)



Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) adalah tindakan awal untuk membantu penderita yang mengalami suatu kecelakaan atau musibah. berikut langkah-langkah dasar untuk membantu meringankan rasa sakit si penderita.

1.    PINGSAN
Baringkan si penderita dan berlututlah disamping kedua kakinya. letakan tangan dengan saling menumpang di atas perut (diantara pusat dan tulang iga). kemudian tekan- tekanlah dengan kuatdan cepat. jika si penderita muntah, secepatnya didudukan sehingga muntahnya tidak masuk kembali kedalam perut.

2.    MEMBANTU PERNAPASAN DARI MULUT KE MULUT
Pastikan jika mulut si penderita tidak terdapat sisa makanan, permen, dan seagainnya. si penderita di baringkan terlentang, buka mulutnya dengan cara menguakan rahangnya. selama melakukan napas buatan harap dijaga agar mulut penderita selalu dalam keadaan terbuka. tiuplah mulut penderita dan perhatikan apakah udara yang dituipkan itu dikeluarkan kembali penderita. lakukan tindakan ini secara terus menerus selama 20 kali tiupan per 1 menit untuk penderita anak-anak, sedangkan untuk orang dewasa sebanyak 12 kali tiupan per satu 1 menit

3.    MENGHENTIKAN PENDARAHAN
Hentikan pendarahan dengan cara menekan luka dan sekitar luka jika luka terlalu lebar, mungkin anda harus menekan sendiri luka itu. tekan terus dan jangan pernah melepas tekanan untuk melihat apakah pendarahan sudah berhenti jika lukanya berada pada kaki atau tangan, naikan tangan atau kaki anda, sehingga posisinya lebih tinggi dari kepala. selain cara diatas, dapat juga menggunakan saputangan yang dikaikan pada nadi dekat bagian yang terluka.

4.     MEMBANTU DENYUT JANTUNG
Lakukan pengurutan jika jantung berhenti berdenyut. setelah itu lakukan penekanan pada dada bagian paling bawah dengan telapak tangan yang ditumpuk. tekanlah hingga sedalam 5 cm dan diulang sampai 60 tekanan per menit.

5.     PATAH TULANG
Jangan memindahkan atau mengangkat penderita jika belum ahli dalam melakukannya. jika patah tulang terjadi di bagian belakang, penderita hanya dapat diusung dengan hati-hati dalam posisi terbaring diatas alas kertas. jika yang patah bagian kaki atau tangan, gunakan tongkat atau setumpuk koran penyangga dan bautlah sebelum mendapatkan pertolongan dokter

6.     SHOCK
Shock biasanya terjdadi akibat kehilangan banyak darah, kesulitan bernapas, terbakar, dan lain-lain. gejala ini dapat menyerang siapa saja dan dimana saja. baringkan penderita dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala. berikan minuman hangat atau dapat ditambah dengan gula dan garam jika penderita dalam keadaan sadar. jika penderita terlihat kedinginan, berilah selimut dan jika penderita kepanasan akibat terik matahari, bawalah ke tempat yang teduh dan terbebas dari sinar matahari.

7.     KERACUNAN
Berilah Minum air biasa, susu, atau air kelapa sebanyak mungkin hingga penderita dapat memuntahkan apa yang ada dalam perutnya. kemudian secepatnya dibawa ke dokter, meskipun penderita tidak muntah. mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan mengenai informasi kesehatan tentang P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). semoga informasi ini bermanfaat untuk teman- teman semuanya

Source: Facebook (PMR) Palang Merah Remaja

Perintis Palang Merah Internasional



Henry Dunant

            Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC) adalah suatu lembaga kemanusiaan yang berperan besar dalam misi perdamaian, khususnya untuk melindungi korban konflik bersenjata, baik dalam lingkup internasional maupun non-internasional, termasuk didalamnya adalah korban luka dalam perang, tawanan, pengungsi, warga sipil, dan lainnya. Lembaga kemanusiaan ini bermarkas di Jenewa, Swiss.
            ICRC menjadi salah satu dari tiga komponen organisasi kemanusiaan dunia yang kemudian melebur menjadi Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional atau International Red Cross and red Crescent Movement. Selain ICRC, dua komponen lainnya adalah Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan sabit Merah atau International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), serta Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional yang menghimpun organisasi kemanusiaan dari 186 negara di seluruh dunia. Hasil gabungan dari ketiga unsur ini menjadi lembaga kemanusiaan terbesar di jagat raya.
            Pembentukan ICRC terjadi pada 1863 yang kemudian menginspirasi diselenggarakannya Konvensi Jenewa pada 1864. ICRC tercatat sebagai organisasi kemanusiaan tertua dan dihormati diseluruh dunia. Sebagai bukti pengakuan tersebut, ICRC telah tiga kali menerima Hadiah Nobel Perdamaian, masing-masing pada tahun 1917, 1944, dan 1963. Dibalik pekerjaan luar biasa ini, terdapat sosok yang sangat berperan dalam upaya pendirian ICRC demi perdamaian dunia internasional. Orang itu bernama Henry Dunant yang didaulat sebagai Bapak Palang Merah Internasional.
            Nama lengkapnya adalah Jean Henry Dunant, lahir di Jenewa, Swiss, pada 8 Mei 1828. Keluarga Dunant adalah penganut Calvinist (salah satu sekte dalam agama kristen) yang taat dan mempunyai pengaruh yang tidak sedikit bagi masyarakat Jenewa. Ajaran Calvinist yang menekankan pada pentingnya mengasihi sesama menjadikan keluarga Dunant hidup dalam keseharian yang penuh dngan nilai-nilai sosial. Itulah kiranya yang membuat Henry Dunant tergerak hatinya untuk menggalang upaya perdamaian internasional.
            Hingga tiba suatu masa, meletuslah perang di Solferino (Italia) yang melibatkan pasukan gabungan Italia dan Prancis melawan austria. Disuatu petang tanggal 24 Juni 1859, dunant menginjakkan kaki di Solferino, tepat ketika pertempuran baru saja usai. Dunant terhenyak karena dihadapannya banyak tubuh bergelimpangan bersimbah darah. Sekitar 38ribu prajurit terkapar dalam kondisi terluka, sekarat, bahkan banyak pula yang telah gugur di medan laga. Sementara itu, tidak ada pihak yang tampak serius memberikan perawatan kepada para korban.
            Dunant yang terguncang melihat pemandangan mengenaskan itu segera tergerak hatinya. Ia mengajak penduduk setempat untuk memberikan pertolongan dan perawatan kepada para tentara yang malang itu. Sayangnya, persediaan alat-alat dan obat-obatan tidak cukup memadai. Dunant bertindak cepat dengan mengatur pembelian material yang dibutuhkan itu dan berinisiatif membuka rumah sakit darurat. Dunant pun berhasil meyakinkan kepada semua pihak agar memberikan pertolongan tanpa pamrih, tanpa melihat dipihak mana mereka berperang. Dunant menyerukan slogan “Tutti Fratelli” (kita semua bersaudara) yang kelak menjadi jargon Palang Merah Internasional.
            Dunant kemudian menuliskan pengalaman di Solferino lewat sebuah buku berjudul A Memory Of Solferino. Dalam buku yang diterbitkan dari Jenewa pada Oktober 1862 itu, Dunant memaparkan gagasannya tentang pentingnya pembentukan sebuah organisasi kemanusiaan internasional untuk membantu para korban perang tanpa pamrih. Maka, pada 1863, terbentuklah Palang Merah Internasional alias ICRC, yang kemudian menjadi pelopor lahirnya organisasi kemanusiaan terbesar disunia.
            Sekarang, lembaga kemanusiaan hasil rintisan Dunant itu telah didirikan diberbagai negara demi mengemban misi perdamaian internasional. Berkat sumbangsihnya dalam mempelopori pendirian Palang Merah International, Dunant dianugerahi  Hadiah Nobel Perdamaian pada 1901. Henry Dunant wafat pada 30 Oktober 1910, dunia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jasa dan pengabdian Dunant demi perdamaian dunia akan selalu abadi karena hari kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Palang Merah Sedunia, yakni diperingati setiap tanggal 8 Mei.